Disfungsi Ereksi Pada Penderita Diabetes

Disfungsi ereksi pada penderita diabetes mellitus disebabkan oleh adanya gangguan pembuluh darah yang menuju ke penis. Ereksi terjadi apabila rongga-rongga spongiosa pada badan penis terisi darah sehingga menjadi tegang. Hampir > 30% penderita diabetes meliitus laki-laki mengalami disfungsi ereksi. Ada 2 faktor yang menentukan terjadinya ereksi yaitu : 1) adanya rangsangan atau sensasi seksual dan 2) keberadaan organ penis termasuk pembuluh darah dan persarafannya yang normal. Padapederita Diabetes meliitus gairah seksual tetap normal tetapi cenderung terjadi gangguan pembuluh darah sehingga menyebabkan disfungsi ereksi. Masalah disfungsi ereksi ditanggapi berbeda antara satu orang dengan yang lain, tetapi jelas menimbulkan masalah dalam hubungan suami istri, lebih-lebih keluarga muda. Beberapa keluhan disfungsi ereksi yang dapat ditangkap dari pasien diabetes mellitus adalah sebagai berikut.

  1. Bisa ereksi tetapi tidak bertahan lama
  2. Bisa ereksi tetapi tidak optimal sehingga tak mampu juga untuk penetrasi
  3. Merasa tak percaya diri sehingga awal tak mampu ereksi. Pada saat berhubungan dengan pasangannya pikiran terfokus pada bagaimana bisa ereksi bukan bagaimana dapat berhubungan dengan pasangannya secara baik.

Ada beberapa klinik kesehatan bahkan pengobatan tradisional yang menawarkan penyelesaian masalah disfungsi ereksi pada penderita diabetes. Penyeledaian yang tepat pasti diarahkan pada menghilangkan penyebab utamanya, yaitu memperbaki kadar gula darah hingga menjadi normal, mengendalikan gangguan mikrosirkulasi dengan memperbaiki profil lemak dalam darah,serta mengontrol terjadinya neuropathy.

Keadaan gula darah yang naik sampai 400 mg.dl dan menyebabkan disfungsi ereksi secara tiba-tiba, bukanlah tidak bisa mengirim nitrogen oksida (NO) untuk mengaktifkan cGMP dan ereksi tidak terjadi. Jadi diabetes mellitus dapat menyebabkan disfungsi ereksi secara pelan-pelan karena nueropati, tetapi bisa juga tiba-tiba karena gangguan pada endotel sinusoid. Proses neuropati terjadi pelan-pelan sehingga disfungsi ereksi juga terjadi pelan-pelan. Namun,dari penelitian klinis selama ini menunjukkan kegagalan ereksi bisa terjadi tiba-tiba pada penderita diabetes mellitus bila gula darah baik dalam waktu tidak lama. Bila gula darah tetap tinggi, neuropati akan terjadi dan endotel juga akan rusak total sehingga makin sulit disembuhkan secara sempurna. Kalaupun ereksi bisa kembali dengan beberapa teknik pengobatan misalnya dengan erektogenik atau injeksi intra kavernosa, maka selamanya akan tergantung obat.

Dari berbagai penelitian ditunjukkan bahwa pravalensi disfungsi ereksi pada penderita DM jauh lebih tingg dibanding dengan penderita non-DM.  Disimpulkan penderita DM selalu lebih banyak yang mengalami disfungsi ereksi. Glukosa darah yang tinggi merusak syaraf maupun endotel di korpus kavernosa sehingga kemampuan penis untuk ereksi makin lemah.

Pada usia muda, disfungsi ereksi pada  penderita diabetes mellitus jauh lebih tinggi dari penderita non diabetes mellitus. Pada usia lebih tua kecenderungan mengalami disfungsi ereksi pada orang yang mengalami DM dan non-DM (tidak menderita diabetes) makin mendeati kesamaan. Penyebabnya ialah pada usia makin tua (60-80 tahun), timbul berbagai penyakit lain misalnya hipertensi, ginjal dan lain-lain yang sering terdapat pada orang yang berusia tua.


=====================================

>>> NuMen Z Untuk Meningkatkan Kesuburan Pria, Memperbaiki Kualitas Sperma, Memperbaiki Tekstur Sperma Yang Encer, Menambah Stamina dan Vitalitas Pria Dalam Berhubungan Intim ( Tidak Loyo ), Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>